Multiolexer dan Demultiplexer
Nama : Angelia Ayuyolanda S
Nim : 201931038
Kelas : Teknik Digital (D)
MULTIPLEXER dan DEMULTIPLEXER
1. MULTIPLEXER
Multiplexer adalah rangkaian logika kombinasional yang dirancang khusus untuk mengalihkan salah satu dari beberapa jalur INPUT (masukan) ke satu jalur OUTPUT (keluaran). Jalur Input yang terpilih menentukan input mana yang akan terhubung ke output. Multiplexer yang juga sering disingkat menjadi MUX atau MPX ini pada dasarnya berupa rangkaian digital yang dibuat dari gerbang logika berkecepatan tinggi yang digunakan untuk beralih data digital atau biner atau dapat berupa tipe analog yang menggunakan komponen transistor, MOSFET atau relay untuk mengalihkan salah satu input ke output. Rangkaian Logika Kombinasional yang dalam bahasa Indonesia sering ditulis dengan Multiplekser ini biasanya dikemas dalam sebuah perangkat komponen elektronika yang disebut dengan IC Multiplexer seperti IC jenis seri 7400 (74157, 74158, 74153 dan lain-lainnya). Multiplexer juga sering disebut juga sebagai Perangkat Pemilih Data (Data Selector).
Meskipun merupakan perangkat solid state yang terbuat dari
semikonduktor, Multiplexer beroperasi seperti sebuah sakelar rotary (Rotary
Switch) yang berhubungan secara seri dengan sebuah sakelar SPST (Single-Pole,
Single-Throw) seperti pada gambar yang ditunjukan dibawah ini.

Cara Kerja Multiplexer (Multiplekser)
Untuk jelas mengenai cara kerja
Multiplexer, kita dapat mengambil contoh sebuah Sakelar Rotari atau Sakelar
Single-Pole Multi-Position seperti yang ditunjukan pada gambar atas. Seperti
yang kita lihat, Sakelar Rotari tersebut terdapat 4 Input yaitu D0, D1, D2 dan
D3 namun hanya memiliki 1 Output. Kenop Pengendali pada Sakelar berfungsi
memilih salah satu Input diantara 4 input tersebut dan menghubungkannya ke
jalur Output. Dengan demikian, pengguna dapat memilih satu satu sinyal yang
diperlukannya saja. Ini merupakan contoh Multiplexer secara mekanis.
Namun dalam rangkaian elektronik yang
memerlukan perpindahan yang berkecepatan tinggi dan juga transfer data, kita
harus dapat memilih input yang diperlukan tersebut dengan sangat cepat dengan
menggunakan rangkaian digital. Sinyal Pengendali (S1 dan S0) melakukan hal yang
hampir sama yaitu memilih salah satu input dari beberapa Input tersedia
berdasarkan sinyal yang diberikan kepadanya. Jadi dapat dikatakan bahwa
terdapat tiga syarat minimum yang paling dasar yang harus terdapat pada sebuah
Multiplexer, yaitu terminal Input, terminal Output dan terminal Sinyal
Pengendali.
👉Terminal Input
Terminal Input atau jalur Input adalah jalur sinyal yang tersedia yang harus
dipilih (biasanya lebih dari satu Input). Sinyal-sinyal ini dapat berupa sinyal
digital atau sinyal analog.
👉Terminal Output
Perlu diketahui bahwa sebuah Multiplexer akan hanya memiliki satu jalur output.
Sinyal input yang dipilih akan dihubungkan ke jalur output.
👉Terminal Pengendali atau Terminal
Pemilih
Terminal Pengendali ini digunakan untuk
memilih sinyal jalur input. Jumlah jalur pengendali pada Multiplexer tergantung
pada jumlah jalur input yang dimiliki. Misalnya pada multiplexer yang memiliki
4 input, maka akan memiliki 2 terminal sinyal pengendali sedangkan Multiplexer
yang memiliki 2 Input hanya memiliki 1 terminal sinyal pengendali.
Untuk tujuan pemahaman, kita bisa
melihat multiplexer 2-input yang ditunjukkan di bawah ini. Multiplexer 2 Input
ini memiliki satu sinyal kontrol yang dapat digunakan untuk memilih satu dari
dua jalur input yang tersedia. Tabel kebenaran di bawah ini menggambarkan
status pin Kontrol (A) untuk memilih pin Input yang diperlukan.
Terminal Input atau jalur Input adalah jalur sinyal yang tersedia yang harus dipilih (biasanya lebih dari satu Input). Sinyal-sinyal ini dapat berupa sinyal digital atau sinyal analog.
Perlu diketahui bahwa sebuah Multiplexer akan hanya memiliki satu jalur output. Sinyal input yang dipilih akan dihubungkan ke jalur output.
Terminal Pengendali ini digunakan untuk memilih sinyal jalur input. Jumlah jalur pengendali pada Multiplexer tergantung pada jumlah jalur input yang dimiliki. Misalnya pada multiplexer yang memiliki 4 input, maka akan memiliki 2 terminal sinyal pengendali sedangkan Multiplexer yang memiliki 2 Input hanya memiliki 1 terminal sinyal pengendali.

Multiplexer 2 Input ini pada dasarnya
dibangun dari gerbang NAND standar untuk mengendalikan input (I0 atau I1) mana yang akan
diteruskan ke output pada Q. Dari tabel kebenaran di atas, dapat kita lihat
bahwa pada saat memilih Input, apabila Terminal Pengendali A berada pada
kondisi logika 0 (rendah), Input I1 akan
meneruskan datanya melalui rangkaian multiplexer gerbang NAND ke output,
sedangkan input I0 diblokir. Namun Ketika
Pengendali data A berada pada kondisi logika 1 (tinggi), Input I0 akan meneruskan datanya ke Output Q sedangkan
Input I1 akan diblokir.
Jadi dengan penerapan logika “0” atau
logika “1” di terminal Pengendali A, kita dapat memilih input yang sesuai
dengan kebutuhan kita seperti halnya sebuah sakelar SPDT. Karena kita hanya
memiliki satu jalur pengendali (terminal A) maka kita hanya dapat memilih salah
satu dari 2-input yang tersedia dan dalam contoh sederhana ini, multiplexer
2-input menghubungkan salah satu dari dua sumber 1-bit ke output yang sama,
menghasilkan 2 Input ke 1 Output multiplexer.
Ada tiga cara utama membangun multiplexer.
- Multiplexer
digital, yang merupakan fokus dari posting kami, terdiri dari gerbang
logika.
- Multiplexer
analog dibuat menggunakan transistor.
- Sakelar
mekanis, yang juga dikenal sebagai sakelar putar, dibuat menggunakan poros
berputar.
Aplikasi Multiplexer
Berbagai bidang dimana banyak data perlu dikirimkan menggunakan satu jalur.
Sistem Komunikasi
- Sistem yang memungkinkan komunikasi seperti
Sistem transmisi, Relai dan Stasiun Tributary, dan jaringan komunikasi.
Efisiensi sistem komunikasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan multiplexer.
- Multiplexer memungkinkan proses transmisi berbagai jenis data seperti Audio, Video pada saat yang sama menggunakan Saluran Transmisi Tunggal.
Jaringan Telepon
- Sinyal Audio terintegrasi pada satu saluran untuk transmisi dengan bantuan multiplexer. Beberapa sinyal Audio dapat diisolasi dan akhirnya, Ssinyal audio keinginan mencapai penerima yang dituju.
Audio Multiplexer
Memori Komputer
- Mengimplementasikan Memori dalam jumlah besar ke dalam komputer, saat yang sama mengurangi jumlah jalur yang diperlukan untuk menghubungkan memori ke bagian lain dari rangkaian komputer.
Transmisi Sistem Komputer Satelit
- Untuk transmisi sinyal data dari sistem
komputer satelit atau pesawat ruang angkasa ke sistem tanah menggunakan
satelit GPS (Global Positioning System).
2.DEMULTIPLEXER
Sebuah Demultiplexer adalah rangkaian logika yang menerima satu input data dan mendistribusikan input tersebut ke beberapa output yang tersedia. Kendali pada demultiplekser akan memilih saklar mana yang akan dihubungkan. Pemilihan keluarannya dilakukan melalui masukan penyeleksi. Seleksi data-data input dilakukan oleh selector line, yang juga merupakan input dari demultiplekser tersebut. Pada demultiplekser saluran kendali sebanyak "n" saluran dapat menyeleksi saluran keluaran. Secara bagan, kerja demultiplekser dapat digambarkan sebagai berikut :
Cara kerja demultiplexer?
Untuk memahami cara kerja demultiplexer, kami akan langsung mendesainnya. Demux 1: 2 adalah yang paling sederhana dari semua demultiplexer. Kami memiliki satu input, dua output, dan satu jalur pilih (2 ^ m = 2, oleh karena itu m = 1)
Fungsi Demultiplexer
Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa Demultiplexer memiliki satu jalur transisi input dan beberapa jalur output. Jalur output tersebut biasanya langsung terhubung dengan komponen penting dalam komputer.
Dapat disimpulkan bahwa, data berbentuk seri yang
berasal dari mux akan dikonstruksi ulang menjadi berbentuk paralel. Kemudian,
perintah atau data tersebut diteruskan pada perangkat yang bersangkutan.
Aplikasi Demultiplexer
Digunakan untuk menghubungkan satu sumber ke
beberapa tujuan.
- Sistem Komunikasi menggunakan Multiplexer
untuk membawa data seperti Audio, Video dan bentuk data lainnya menggunakan
untuk transmisi. Proses membuat transmisi lebih mudah.
- Demultiplexer menerima sinyal output multiplexer dan mengubahnya kembali ke bentuk asli dari data penerima. Multiplexer dan demultiplexer bekerja sama untuk melaksanakan proses transmisi dan penerimaan data.

ALU (Arithmetic Logic Unit)
- Output dari ALU disimpan dalam beberapa
Register atau Unit Penyimpanan dengan bantuan Demultiplexer.
- Output dari ALU dimasukkan sebagai
input data ke Demultiplexer. Setiap output demultiplexer terhubung ke Register
yang tersimpan sebagai Data.
Konverter Serial ke
Paralel
- Konverter Serial ke Paralel digunakan untuk
merekonstruksi Data Paralel dari aliran Data Serial. Dan Data
Serial dari aliran Data Paralel yang masuk diberikan sebagai
input data ke demultiplexer pada interval reguler.
- Penghitung dipasang pada input kontrol
demultiplexer. Penghitung mengarahkan sinyal data ke output demultiplexer
dimana sinyal data disimpan.
- Ketika semua sinyal data telah
disimpan, output demultiplexer dapat diambil dan dibaca secara paralel.

Komentar
Posting Komentar